Home | General | Telur Berwarna Cokelat Vs Telur Berwarna Putih
Telur Berwarna Cokelat  Vs Telur Berwarna Putih

Telur Berwarna Cokelat Vs Telur Berwarna Putih

Artikel Telur Berwarna Cokelat Vs Telur Berwarna Putih diterbitkan oleh pada March 6, 2018 dalam kategori General . Konten ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti atas saran atau rujukan yang diberikan oleh pekerja profesional. Para pembaca konten dengan judul Telur Berwarna Cokelat Vs Telur Berwarna Putih, diharapkan tidak hanya bergantung secara eksklusif pada informasi Telur Berwarna Cokelat Vs Telur Berwarna Putih ini saja untuk kebutuhan setiap individu.

Telur ada dua macem putih dan cokelat .banyak orang – orang  yang suka telur , warna cokelat karena dipasaran sangat banyak dicari dibanding yang putih sulit untuk cari dipasaran .

Telur ayam umumnya berwarna cokelat dan putih. Tetapi mengapa telur ayam berwarna cokelat lebih disukai daripada telur berwarna putih? Ini sebabnya.

Telur merupakan protein hewani yang kaya nutrisi. Ada beragam jenis telur unggas yang bisa dikonsumsi. Namun telur ayam jadi favorit banyak orang. Telur ayam ada dua warna. Warna putih dan cokelat.

Situs npr.org di tahun 2006 menulis kalau warna telur ayam tergantung warna bulu ayam. Ayam berbulu putih menghasilkan telur warna putih. Sedangkan ayam berbulu cokelat menghasilkan telur warna cokelat.

“Warna cokelat pada telur didapat dari pengendapan telur di ‘kantung gantung’ yang dikenal juga sebagai rahim ayam betina. Kantung ini sering disebut stasiun cat karena disitulah pigmen diendapkan pada cangkang telur.

Sedangkan menurut Michigan State University Extension, seekor ayam betina bisa menghasilkan satu butir telur per hari. Bahkan ada yang bisa sampai lima butir telur perhari kalau kondisi tubuhnya prima.

Jones juga menjelaskan kalau telur mulai dibentuk di ovarium ayam betina. Begitu ovulasi terjadi, kuning telur masuk ke selaput telur. Proses ini membutuhkan waktu selama tiga jam 75 menit. Setelah itu baru selaput tadi diproses hingga membentuk cangkang telur.

“Disitulah telur diproses dalam waktu yang lama. Dibutuhkan waktu 20 jam untuk membentuk cangkang telur. Setelah cangkang selesai, proses pigmen dimulai.Telur berwarna putih ternyata berhenti sebentar di tempat stasiun cat tadi. Sedangkan telur berwarna cokelat tidak. Karenanya, telur ayam berwarna cokelat harganya jauh lebih mahal.

“Telur berwarna cokelat membutuhkan banyak nutrisi dan energi untuk dibuat daripada telur warna putih,” tambahnya. Selain itu, ukuran telur berwarna cokelat ukurannya yang lebih besar. Jadi, wajar saja kalau telur ini lebih mahal daripada telur berwarna putih.

Di Indonesia telur ayam negeri umumnya berwarna cokelat muda hingga cokelat tua. Telur berwarna cokelat tua dianggap lebih tebal dan keras kulitnya sehingga lebih disukai karena tak mudah pecah. Sedangkan telur ayam kampung umumnya berwarna putih.

Tapi kalau bicara soal nutrisi, keduanya punya kandungan nutrisi yang sama. Dengan catatan keduanya telur organik. Karena yang membedakan hanyalah proses pewarnaannya saja.

About Hety Ira Susanti

Seorang ibu rumah tangga yang punya hobi nulis di blog :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*